Langsung ke konten utama

Foto Petir menjadi Foto Apstrak

lensasemutireng.com - Kedua kalinya saya mencoba mencari foto Petir di musim hujan. untuk yang pertama kali saya gagal untuk memotret petir, dan masih belum tau cara mengabadikannya. memotret pada malam hari ketika kilat petir menyambar berulangkali. tetapi hasilnyapun OVER. Memotret petir pada waktu malam tapi hasilnya seperti motret di siang hari... karena kilatan cahaya sangat terang.
Dan untuk keduakalinya Saya mencoba lagi memotret Petir di Waduk Cengklik, Ketika itu saya menggunakan lensa nikkor 18-55mm. dan cuaca sangat mendukung untuk mendapatkan foto petir. mendung dan killatan cahaya sangat terang, dan di sertai dengan awan tebal. 
ini beberapa hasil yang saya dapatkan dengan memotret petir di Waduk Cengklik






Mungkin perlu beberapa kali lagi untuk berexperiman dalam memotret sebuah petir dan mendapatkan hasil yang maksimal, dan tampaknya saya mulai jatuh cinta memotret petir, menurut saya hasil saat memotret petir tidak akan terduga, awan dan petir akan berbentuk seperti yang tidak pernah kita pikirkan.

Sekedar tips saat memotret petir. 
tentu kita perlukan sebuah tripot dan remot camera agar kita bisa memandang luwas dimana akan ada kilatan petir yang datang. 
1. perkirakan datangnya arah petir,
2, ketika sudah menentukan datangnya kilatan petir, perkirakan saat menekan remot untuk membuka rana. dengan mode BULB. dan kuci remot sampai datangnya kilatan cahaya, dan ketika sudah datang kilatan cahaya segera tutup rana cemera anda atau membuka kunci remot shuter.

Foto ini saya menggunakan ISO 1600, F6,3, Mode BULB.

terimakasih atas kunjungannya, maaf jika ada salah dan kurangnya. dan silahkan mencoba dan berexperimen.






foto prewed | foto prewedding | fotografer prewedding | Fotografer Jogja Yogyakarta Semarang Solo Surabaya Jakarta Bandung Bali Lombok Palangkaraya Pekanbaru Jambi Medan Aceh Indonesia Malaysia Singapura Thailand | Model | Fashion art | digital art | Composite

Postingan populer dari blog ini

keluar di dalam

Lensasemutireng.blogspot.com _ Keluar di dalam, keluar kok di dalam. Memang di situlah letak keajaiban dimulai dan berwujud.  Tanpa adanya kata ini tidak lah ada manusia setalah Mbah Adam, satu keturunan tetapi beda peradaban lupa asal usul pada akirnya saling tindas. Sebenarnya apa yang di cari kalau semua sudah di tuliskan begitu rapi atas kehendaknya, dan setiap orang akan memiliki lakon masing-masing dan selalu jadi pemeran utama karena sudah dipilihlah personal itu. .

Sapi Brujul 2016

www.lensasemutireng.com - Indonesia kaya akan budaya - budaya yang diwariskan secara turun temurun dari leluhur. di setiap daerah, disetiap pulau terdapat berbagai suku agama budaya yang berbeda. Itulah keunikan Indonesia.  mungkin banyak budaya-budaya di indonesia ini yang hampir sama pelaksanaanya dan prosesnya tapi di lakukan atau dilaksanakan di tempat yang berbeda. Salah satunya adalah Sapi Brujul yang berasal dari daerah Jawa Timur probolinggo. Sapi Brujul tidak beda jauh denga Karapan Sapi dari Madura, yang membedakannya adalah tempat sapi itu melaju, Sapi brujul berpaju di lahan yang basah atau berair, Karapan Sapi berpacu dilahan yang kering atau tanah lapang yang luas. Mungkin sempat bertanya-tanya dalam pikiran saya, "wah hampir mirip dengan Pacu jawi di sumatra barat" yang berpacu dilahan basah, cuman yang membedakan cara pengendara sapinya. coba kita bisa googling perbedaaan karapan sapi dan sapi brujul. Bagi kita yang hobi dengan memotret budaya, trav...

drama roso

Walau sudah mengerti atau hanya sebatas tau tentang konsep hidup ternyata masih saja mengeluh dan itulah manusia tempat salah dan lupa. Aku terhibur dan melegakan hati ketika istriku pagi-pagi sudah repot mempersiapkan bekal Untuk ku agar aku tidak lupa makan katanya. beberapa potongan susi yang istriku Siapkan memberikan energi positif kepadaku  tentang sebuah keharusan saya berjuang untuk mereka, walau hari ini bukan sebuah pekerjaan tapi istriku  meyakini apa yang aku lakukan akan  menghasilkan. Lega rasanya, sehari an aku me motret festival limagunung  yang tampaknya mood pemotret juga kurang baik. Ketika malam tiba aku rebahan di halaman rumah sambil melihat terangnya cahaya bulan dan satu pohon menjulang ke atas, perasaan  Rindu itu datang menghampiri. Sosok pabak terlintas di kepadaku, dan beberapa hari ini anakku sering mengajakku berdialog di depan rumah, ia mengatakan bahwa kakung ada di langit, ia ingin meminta baju polisi kep...