Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label street

Perubahan perlu mengorbankan.

lensasemutireng.blogspot.com _ Merekam di jalanan, melihat perubahan secara perlahan. karena aturan, kebudayaan mulai menepi dari tengah kota.   Sebelum senja tiba aku berjalan tidak tau kemana, tancap gas mengikuti naluri dan roda bergulir. Aku terhenti melihat perubahan jalanan yang lagi dibangun lebih megah demi menghindari kemacetan, di tepian jalan tertutup pembatas hingga para pedagangpun tutup, dan tersisa satu yang tetap yakin berdagang, walau tidak ada yang memperhatikannya. Sebagian mulai terlihat tanda dan kata " tanah ini di jual" . Sudah dilanda pandemi, para pedagang kaki lima di tepi jalan di setiap malam yang sering di sebut PASAR SENGGOL itu kini tinggal cerita. Berpindah tempat di sepertiga batas kota, entah nasip mereka seperti apa. aku melihat laju para pengguna jalan tanpa ada lawan, jalur seperti lorong sepi tiada kehidupan. Terlihat dua manusia bertato tapi berjiwa ramah menyapaku, " DINGGO KORAN MAS?...

Bercermin untuk mencari Keyakinan dan Ketekunan

Lensasemutireng.blogspot.com _ aku pernah berbicara dengan seorang biksu yang bijak, ia mengatakan hal tentang kehidupan dari pandangan keyakinannya. Kata Sang Buda " Hidup Di Dunia itu Sulit" karena kita di kasih tanggung jawab, tugas dan peran dalam hidup. Maka selalu ingat dengan sang pencipta Aku berjalan menuju keramaian untuk bercermin, aku berdialog untuk melepas amarah. Lalu aku berjalan menelusuri lorong-lorong dinamika, yang aku temukan adalah keyakinan dan ketekunan. Aku duduk sejenak sambil menikmati sebatang rokok dan segelas teh panas di siang bolong mengamati drama di depanku yang tiada hentinya hingga akhir waktu. Menyapa para pejuang dengan pusaka SUMEH, memulai dialog cinta tanpa ada batas siapa kamu dan siapa aku?. Dialog kami pada akhirnya mencuri para pejuang rupiah lainnya, mereka saling menyapa dan saling mengeluarkan pusaka SUMEH untuk memikat.  Pada akirnya aku kuasai satu lorong itu menjadi drama cinta bersama. ...

Solo Memerah, Solo Meriah

lensasemutireng.com - Kota soloku ini memang keren, selalu ada acara event budaya yang mencuri perhatian wisatawan. Pada awal tahun ini ada cahaya mereah yang bergelantungan di sepanjang jalan di daerah pasar gedhe, hal ini sudah ribuan orang terhepnotis untuk berhenti sejenak dan berfoto ria menikmati indahnya malam. Malam itu begitu penuh, penuh dengan manusia yang bersantai, berfoto dan berdagang Hingga jalanan susah untuk dilewati para pengendara. Tidak hanya diwaktu malam solo terlihat indah, Kota ku ini bersih dan menjelang Imlek banyak lampion dan instalasi lampion Sio yang terpasang di jalanan, sudah pasti menarik mata mereka yang melintasi jalan itu. Berikut ini adalah hasil foto dokumentasi saya tentang lampion dan imlek di tahun 2017 yang memiliki Sio Ayam Solo di siang hari Solo di malam hari

Bahagia Mereka Itu Sederhana "OM TELOLET OM"

lensasemutireng.com - Bahagia Mereka Itu Sederhana "OM TELOLET OM" kata-kata itu yang sering terucap jejaring sosial facebook, twitter dan instagram. Saya mulai mendengar kat OM TELOLET OM pada tahun 2015 lalu, yang di kabarkan bahwa ada seorang bocah memburu klakson bis yang melintas dan mereka berteriak meminta Telolet dan merekan dengan Smartphone. Hal ini menjadi tanda tanya bagi saya, memang jaman sudah banyak berubah, permainan tradisional di kalangan bocah mulai sirna, hingga kini teknologi yang membuat mereka berimajinasi. Pada bulan Desember 2016, OM TELOLET OM menjadi sebuah kata- kata yang populer di dunia, dari para bocah merambah keseluruh kalangan  masyarakat indonesia dan mancanegara. Saya cukup bangga dengan ini, INDONESIA memang benar-benar memiliki kreativitas yang berlebihan, hingga mendunia. para artis dan tokoh-tokoh masyarakat mulai berpartisipasi dengan OM TELOLET OM. tapi trend ini sangat sangat meredam suasana rakyat indonesia ...

Berkunjung ke Sekaten Solo 2016

lensasemutireng.com - Sekaten, nama itu selalu terbayang dan di nanti-nanti ketika waktu masih kecil, terasa heboh dan harus datang dan menikmati wahana yang tersedia pada waktu itu, tentu kalian juga pernah merasakan apa yang saya rasakan. kecerian, bahagia berkilau di wajah anak anak untuk menikmatinya. kali ini saya datang dan b erkunjung ke Sekaten solo , sambil melihat-lihat kenangan masalalu dan menikmati ramainya para masyarakat menyambut sekaten. mungkin di tahun 2015 - 2016 ini sekaten di solo tidak di selengarakan di alun alun utara solo. tetapi di halaman benteng vasternburg solom tentu banyak perubahan karena kondisi tempat itu sendiri kurang luasm sehingga banyak wahana-wahana permainan berkurang, pedagang-pedagangpun juga berkurang tidak seperti dulu. Saat berkunjung ke Sekaten solo pada tahun ini, kurang lebihnya saya hanya memotret pengunjungm suasana sekaten, dan beberapa wahana yang tersedia.

Berharap Sang Tuan

lensasemuteing.com - Manusia selalu memiliki keinginan yang lebih dalam segala hal, seperti keinginan untuk memelihara mahluk lain, mungkin di luar sana banyak yang mengkoleksi dan memelihara hewan buas didalam rumahnya, hal ini menjadi sesuatu yang tidak biasa. Tapi di sekeliling kita banyak manusia - manusia yang berhubungan baik dengan seekor binatang peliharaannya yang menyayangi, mangasihi bahkan seperti keluarga dalam satu atap, ada yang menjual binatang sebagai mata pencaharian mereka untuk menyambung hidup. Ketika kita berjalan dalam sebuah keraiaman pasar hewan, beraneka ragam hewan peliharaan dijual-belikan, dan setiap hari tempat itu ramai dengan pengunjung, berarti banyak penggemar hewan peliharaan. di sisilain setiap jalan yang kita lewati di pagi hari, siang hari, malam hari tentu kita akan menemukan hewan yang sama di pasar hewan yang membedakan hanyalah mereka liar mencari makan dan yang dipasar sudah siap hidangan makananya di setiap hari atau lupa dikasih makan ya...

Candu Street Photography

www.lensasemutireng.com - Halo kawan, posting kali ini tentang street photography . Mungkin cukup susah mengartikan kata Street photography dalam pikiran kita sebagai amatir, 3 tahun yang lalu saya mulai mendengar kata street photography, yang saya kira adalah STREET = Jalan, Photography = Fotografi. Berarti Motret jalanan atau motret di sepanjang jalan. Saat itulah saya mulai penasaran dengan Genre Street ini, mulai cek di google image, cek foto-fotonya. yang ternyata jauh diluar dugaan saya, dan membuat saya bingung. dan akirnya sayapun tidak peduli dengan genre itu,saya tetap asik di piktorial dan digital imaging. Waktu berjalan begitu cepat, dan alhamdulilah ya, punya camera mirrorless dikasih dari lombafoto sebelah. mulai setiap hari dimanapunn kapanpun selalu bawa kamera, dan mulai saat itu apaaja saya foto, lam kelamaan saya nyaman dengan keadaan ini, mengabadikan keramaian di sekeliling kita tanpa beban. perlahan mulai melihat sesuatu dengan sebuah imajinasi dan kemudian...

Selamat Pagi Malioboro

 www.lensasemutireng.com -Selamat pagi Malioboro, suasana pagi penuh dengan lalulalang kendaraan bermotor, mulai berkumpul dengan kawan kawan dalam mengikuti lomba foto. mulai berlomba dan melangkah mencari foto dan mengabadikan semua obyek foto yang saya rasa menarik saya foto. pokoknya jepret terus aja. jalan kesana kemari motret di awur. barangkali beruntung dapat moment bagus, dan tidak lupa untuk mengabadikan bayang dalam momen lanjut berjalan sambil berimajinasi, mungkin ketemu malaikat jadi jadian, mmonster kuda atau siluman balon atau ketemu sama orang mesum ya itu hanya imajinasi, selalu ada harapan dalam setiap langkah ini, harap harap Yoi dapet gambar menarik. langkah demi langkah tengok kanan kiri depan belakang. akirnya ketemu pak becak yang menyambut pagi dengan tidur terlelap lanjut jalan lagi ketemu sosok ini...??? "lagi siapin dagangannya. lanjut jalan lagi ketemu orang yang menyambut pagi dengan baca koran "harusnya sambil minum kopi tamb...