Langsung ke konten utama

Menelusuri Jakarta Utara

lensasemutireng.com -  Mendapat pemberitahuan dari plaza indonesia bahwa foto saya telah memenangkan juara 1 kategori human interest, tepat pada tanggal 12 agustus 2015, bergegas menuju jakarta untuk melihat hasil karya saya yang di pamerkan di plasa indonesia, membawa ransel dan pakain ganti yang cukup menuju jakarta, tanpa membawa camera, alasan kenapa saya tidak membawa camera,, karena saya mendapatkan hadiah fujifilm X-A2 dari plaza indonesia. semangat dan tidak sabar lagi untuk memiliki camera mirorlens itu.

Dan setelah saya mendapatkan, sayapun bergegas mencoba camera fujifilm X-A2 itu dengan berjalan-jalan menuju Jakarta Utara, yang saya tuju di daerah Muara baru, Muara angke dan Sunda Kelapa.
Pertama kalinya saya berkendara menaiki speda motor Rentalan dan mencoba berkeliling di sekitar jakarta yang tidak asing lagi dengan kata MACET. berangkat pagi hari jam 5.30 jalan masih sepi dan melihat para pengendara melaju dengan cepat karena takut macet. saya tetap santai dan di tangan kiri saya membawa HP, dan membuka aplikasi WAZE ( sebagai penunjuk arah ). yakin dan percaya dirim, merasa aman karena ada petunjuk arah mengikuti arus lalulintas yang padat bertemu dengan PAK POLISI yang siap "SIAGA" sayapun tidak ragu melaju dan memilih arah yang salah dengan santainya (karena tidak melihat rambu rambu) bahwa di sepanjang Jl. Tamrin tidak boleh ada sepeda motor melewati jalan itu. Karena saya tidak tau, saya tetap tenang dan kuasai suasana, perlahan mulai aneh dengan pandangan saya, sejauh mata memandang tidak ada satu sepeda motor melaju di jalan itu. di lampu merah pertama saya masih aman, setealah lampu merah seorang PAK POLISI menghampiri saya dengan nada keras memberhentikan saya. memarahi saya kalau saya melanggar lalulintas. #dengan tenang saya berkata, " Maaf pak saya tidak tau, karena saya hanya mengikuti jalur yang di tunjukan pada peta (sambil nunjukin HP). PAK POLISI tidak mau tau, dan bertanya lu orang mana? saya jawab: saya orang solo pak, PAK POLISI berkata, makanya jangan lihat HP saja, lihat rambu rambu juga donk. nah sekarang lu belok kiri cepat..!!! saya jawab : iya pak, terimaksih. "

Saat di berhentikan PAK POLISI, ada petugas satpam dan tukang ojek di ujung persimpangan meliah saya, si satpam bertanya : dimintai berapa bang? saya jawab : hah? saya tidak dimintai apa-apa bang.
saat saya sudah melaju di persimpangan, saya ragu, takuntnya nyasar.dan bertanyalah pada tukang ojek..
pak arah ke kota tua mana ya?? tukang ojek menjawab : tuh abang lurus aja nanti perempatan belok kanan,, lurus aja sampe mentok." kemudian tukang ojekpun bertanya tadi kena berapa bang, salah jalan??
saya menjawab saya tidak dimintai apa apa bang, cuma tadi saya di marahi sama PAK POLISI.
tukang ojek : wah mujur sekali kamu bang, biasanya kalau salah kena tilang bang, minim 100 ribu.
saya menjawab : ohh gitu ya bang... wah beruntung ya saya ini..

yaps begitulah singkat cerita saya saat pertama kali muter muter kota jakarta yang macetnya minta diampuni. hahahha

saya melanjutkan perjalanan dan menikmati perjalanan saya, dan berikut hasil foto yang saya dapatkan di KOTA TUA, MUARA BARU, MUARA ANGKE, SUNDA KELAPA

Kota Tua




Muara Baru



Muara Angke



Sunda Kelapa



yah berikut petualangan berkendara menuju jakarta utara dan mencari kehidupan masyarakat pesisir. dan disisilain saya juga mencoba camera Fujifilm X-A2. dan hasilnyapun sangat memuaskan.

Kunjungi posting saya lainnya
terimakasih .



Postingan populer dari blog ini

keluar di dalam

Lensasemutireng.blogspot.com _ Keluar di dalam, keluar kok di dalam. Memang di situlah letak keajaiban dimulai dan berwujud.  Tanpa adanya kata ini tidak lah ada manusia setalah Mbah Adam, satu keturunan tetapi beda peradaban lupa asal usul pada akirnya saling tindas. Sebenarnya apa yang di cari kalau semua sudah di tuliskan begitu rapi atas kehendaknya, dan setiap orang akan memiliki lakon masing-masing dan selalu jadi pemeran utama karena sudah dipilihlah personal itu. .

Sapi Brujul 2016

www.lensasemutireng.com - Indonesia kaya akan budaya - budaya yang diwariskan secara turun temurun dari leluhur. di setiap daerah, disetiap pulau terdapat berbagai suku agama budaya yang berbeda. Itulah keunikan Indonesia.  mungkin banyak budaya-budaya di indonesia ini yang hampir sama pelaksanaanya dan prosesnya tapi di lakukan atau dilaksanakan di tempat yang berbeda. Salah satunya adalah Sapi Brujul yang berasal dari daerah Jawa Timur probolinggo. Sapi Brujul tidak beda jauh denga Karapan Sapi dari Madura, yang membedakannya adalah tempat sapi itu melaju, Sapi brujul berpaju di lahan yang basah atau berair, Karapan Sapi berpacu dilahan yang kering atau tanah lapang yang luas. Mungkin sempat bertanya-tanya dalam pikiran saya, "wah hampir mirip dengan Pacu jawi di sumatra barat" yang berpacu dilahan basah, cuman yang membedakan cara pengendara sapinya. coba kita bisa googling perbedaaan karapan sapi dan sapi brujul. Bagi kita yang hobi dengan memotret budaya, trav...

Wanita Pejuang Malam

Ramai jalanan ramai tempat hiburan malam Nada hape bergoyang menandakan bekerja untuk berkendara dengan Liman. Terlihat sosok wanita di sebrang jalan perumahan menggunakan daster warna orange di antara gelapnya malam, sambut senyum dan kata selamat malam menjadi prioritas dan di jawab dengan lembut lalu kami menuju tempat tujuan dengan diam tanpa kata, sampailah tujuan di hiburan malam dan si mbak mbak itu  turun dan memberikan uang lembaran biru dengan berpakaian minim kain, aku terdiam dan terkejut, sejak kapan ia ganti baju.  Tidak jauh dari lokasi nada panggilan berbunyi panggilan untuk menjemput seorang pekerja malam yang sudah muntah. Muntah tentang rayuan, Andara namanya,sekilas saya banyak bertanya tentang peradaban dunia hiburan yang bikin melayang, ia berkata " saya sudah kebal rayuan, saya seorang SPG minuman beer di situ, saya lagi ambil cuti karena lepasin job kerja, saya takut di tempat karoke. Katanya di tempat karoke tubuh rasa berserah, silahkan senggol asal b...