Langsung ke konten utama

komplek Paradise ( eps2 )

lensasemutireng.blogspot.com _ fotografi itu bagian alat yang merefleksikan diriku, apa yang aku lihat itu adalah kehendakmu, di setiap apa yang aku lihat adalah caramu membimbing dan menasehatiku. Air hujan pun menjadi bagian bahasamu, terlihat seperti badai yang menakutkan tetapi rasanya itu menyegarkan di atas kegersangan.
Terlintas laki-laki bersepeda dengan buah hatinya, hujan pun membasahi mereka, aku tidak melihat sebuah kekawatiran mereka.
Aku hanya melihat senyuman dan kebahagian, seperti rasa syukur yang tidak bisa terukur.
Mungkin itu yang harus saya lakukan untuk hari ini dan seterusnya, menemanimu, berjuang, hingga batas waktu. Maju dan melaju lurus saja jangan berhenti, walau badai ada di depanmu jangan pernah mengeluh, karena Tuhan adalah pengasih dan penyayang.



Dan tuhanpun kini bergaya drama komedi.
Setelah memberiku inspirasi melalui pesepeda yang melintas, terlihat mobil tua mengangkut barang yang aku kira cukup berat. Dan hujan lebat waktu itu tidak membuat mereka berhenti di dalam laju kendaraannya, malah terlihat cirikas gaya sopir metromini yang terlihat, tangan kanan keluar dari jendela sambil memegang setir. Di dalam mobil memakai jas hujan berwarna merah, mematuhi juga protokol kesehatan. Sepertinya Tuhan memberiku petunjuk, agar menjalani hidup tidak perlu di bikin repot, seperti kata pak Kiai gusdur yang selalu berkata ' BEGITU SAJA KOK REPOT".
Sejenak aku tertawa, dan pikiranku hari ini cemerlang kembali.
Mungkin ini kutipan di kitap Alquran tentang," Bagai berebut gelas tapi tidak ada yang bertengkar" manut saja sama yang menyuruh kita hidup.

Postingan populer dari blog ini

keluar di dalam

Lensasemutireng.blogspot.com _ Keluar di dalam, keluar kok di dalam. Memang di situlah letak keajaiban dimulai dan berwujud.  Tanpa adanya kata ini tidak lah ada manusia setalah Mbah Adam, satu keturunan tetapi beda peradaban lupa asal usul pada akirnya saling tindas. Sebenarnya apa yang di cari kalau semua sudah di tuliskan begitu rapi atas kehendaknya, dan setiap orang akan memiliki lakon masing-masing dan selalu jadi pemeran utama karena sudah dipilihlah personal itu. .

Sapi Brujul 2016

www.lensasemutireng.com - Indonesia kaya akan budaya - budaya yang diwariskan secara turun temurun dari leluhur. di setiap daerah, disetiap pulau terdapat berbagai suku agama budaya yang berbeda. Itulah keunikan Indonesia.  mungkin banyak budaya-budaya di indonesia ini yang hampir sama pelaksanaanya dan prosesnya tapi di lakukan atau dilaksanakan di tempat yang berbeda. Salah satunya adalah Sapi Brujul yang berasal dari daerah Jawa Timur probolinggo. Sapi Brujul tidak beda jauh denga Karapan Sapi dari Madura, yang membedakannya adalah tempat sapi itu melaju, Sapi brujul berpaju di lahan yang basah atau berair, Karapan Sapi berpacu dilahan yang kering atau tanah lapang yang luas. Mungkin sempat bertanya-tanya dalam pikiran saya, "wah hampir mirip dengan Pacu jawi di sumatra barat" yang berpacu dilahan basah, cuman yang membedakan cara pengendara sapinya. coba kita bisa googling perbedaaan karapan sapi dan sapi brujul. Bagi kita yang hobi dengan memotret budaya, trav...

Industri kain pantai di solo raya

lensasemutireng.com - Di Desa Mojolaban kabupaten Sukoharjo jawa tengah ini terdapat industri kain pantai, atau sering disebut kain jumput. dan di setiap rumah memiliki usaha kain tersebut, ada yang menyablon atau jumput dan pewarnaan, dan ada yang mencuci kain setelah proses pewarnaan dan kemudian menjemurnya. hampir sebagian besar dalam industri ini saat menjemur kain di sebuah tanah lapang atau Jemuran yang sudah di sediakan. Tapi uniknya di desa mojolaban ini saat menjemur di tepi tanggul sungai bengawan solo. dan seperti inilah penampakan aktivitas saat menjemur kain di industri kain pantai mas triyono.