Langsung ke konten utama

Realita jalanan ( REKAM PERADABAN )

 


Realita di jalanan seringkali membisu tapi merangkai kata.

terdiam disudut pasar kota yang sepi tiada pembeli

kios-kios tertutup rapat karena mereka takut, entah takut apa?

Tuhan seakan sisipkan pesan, KALIAN LUPA KEBERADAANKU.

apa kalian masih sadar tentang keberadaannya?

sehingga kita itu benar-benar di tahun 2021 menghisap ASAP Hitam.

Dipakasa Tersenyum, tapi di bungkam, di paksa patuh tapi disiksa batinnya.



Diluar rumah seakan tempat paling mengerikan,

yang harusnya mata kita melihat keindahan 

tentang ciptaanya yang mengagumkan.

Mata dan keyakinan kita di sesatkan dengan ketakutan

hingga kita tidak bisa membedakan dimana surga dan neraka.



Bagai pengembala gemblung yang menyuruh dombanya
antri masuk jurang satu persatu
memang kita itu berjalan di tempat gelap tanpa cahaya,
kami cuma bisa berjalan pelan dan lurus menuju cahaya.
adakah rasa iba, adakah rasa yang seperti membelah didada
melihat realita ini atas kebijakanmu?



Bangsa kita butuh kacamata Iman untuk menghadapi
realita semakin hari semakin menyiksa
secara perlahan untuk kami pejuang recehan.
Kalian yang berkepentingan panen berhala dengan menjual
dusta kepada kami.

aku berharap tuhan segera menghentikan lakon Zolim ini
dan diganti dengan Lakon Budi luhur.



Postingan populer dari blog ini

keluar di dalam

Lensasemutireng.blogspot.com _ Keluar di dalam, keluar kok di dalam. Memang di situlah letak keajaiban dimulai dan berwujud.  Tanpa adanya kata ini tidak lah ada manusia setalah Mbah Adam, satu keturunan tetapi beda peradaban lupa asal usul pada akirnya saling tindas. Sebenarnya apa yang di cari kalau semua sudah di tuliskan begitu rapi atas kehendaknya, dan setiap orang akan memiliki lakon masing-masing dan selalu jadi pemeran utama karena sudah dipilihlah personal itu. .

drama roso

Walau sudah mengerti atau hanya sebatas tau tentang konsep hidup ternyata masih saja mengeluh dan itulah manusia tempat salah dan lupa. Aku terhibur dan melegakan hati ketika istriku pagi-pagi sudah repot mempersiapkan bekal Untuk ku agar aku tidak lupa makan katanya. beberapa potongan susi yang istriku Siapkan memberikan energi positif kepadaku  tentang sebuah keharusan saya berjuang untuk mereka, walau hari ini bukan sebuah pekerjaan tapi istriku  meyakini apa yang aku lakukan akan  menghasilkan. Lega rasanya, sehari an aku me motret festival limagunung  yang tampaknya mood pemotret juga kurang baik. Ketika malam tiba aku rebahan di halaman rumah sambil melihat terangnya cahaya bulan dan satu pohon menjulang ke atas, perasaan  Rindu itu datang menghampiri. Sosok pabak terlintas di kepadaku, dan beberapa hari ini anakku sering mengajakku berdialog di depan rumah, ia mengatakan bahwa kakung ada di langit, ia ingin meminta baju polisi kep...

Wanita Pejuang Malam

Ramai jalanan ramai tempat hiburan malam Nada hape bergoyang menandakan bekerja untuk berkendara dengan Liman. Terlihat sosok wanita di sebrang jalan perumahan menggunakan daster warna orange di antara gelapnya malam, sambut senyum dan kata selamat malam menjadi prioritas dan di jawab dengan lembut lalu kami menuju tempat tujuan dengan diam tanpa kata, sampailah tujuan di hiburan malam dan si mbak mbak itu  turun dan memberikan uang lembaran biru dengan berpakaian minim kain, aku terdiam dan terkejut, sejak kapan ia ganti baju.  Tidak jauh dari lokasi nada panggilan berbunyi panggilan untuk menjemput seorang pekerja malam yang sudah muntah. Muntah tentang rayuan, Andara namanya,sekilas saya banyak bertanya tentang peradaban dunia hiburan yang bikin melayang, ia berkata " saya sudah kebal rayuan, saya seorang SPG minuman beer di situ, saya lagi ambil cuti karena lepasin job kerja, saya takut di tempat karoke. Katanya di tempat karoke tubuh rasa berserah, silahkan senggol asal b...