Langsung ke konten utama

Postingan

Kamera Buatan Gading

Anakku di tahun 2023 ini akan masuk usia 4 tahun, ia mulai bisa berkreativitas dengan mainan legonya. Malam itu gading berkata padaku Wah lihat ini kamera buatan gading keren kan? Ucap gading. Tentu aku mengatakn wah Mantap dek, gading hebat.  Lalu gading memintaku untuk memotretnya  Dengan gayanya pemotret, lalu setelah aku motret gading memintaku untuk mencoba pemotret dengan cameranya dan gading mendokumentasikan saya. Senang rasanya anakku  bangga dengan apa yang saya lakukan dan ia menirukannya.

drama roso

Walau sudah mengerti atau hanya sebatas tau tentang konsep hidup ternyata masih saja mengeluh dan itulah manusia tempat salah dan lupa. Aku terhibur dan melegakan hati ketika istriku pagi-pagi sudah repot mempersiapkan bekal Untuk ku agar aku tidak lupa makan katanya. beberapa potongan susi yang istriku Siapkan memberikan energi positif kepadaku  tentang sebuah keharusan saya berjuang untuk mereka, walau hari ini bukan sebuah pekerjaan tapi istriku  meyakini apa yang aku lakukan akan  menghasilkan. Lega rasanya, sehari an aku me motret festival limagunung  yang tampaknya mood pemotret juga kurang baik. Ketika malam tiba aku rebahan di halaman rumah sambil melihat terangnya cahaya bulan dan satu pohon menjulang ke atas, perasaan  Rindu itu datang menghampiri. Sosok pabak terlintas di kepadaku, dan beberapa hari ini anakku sering mengajakku berdialog di depan rumah, ia mengatakan bahwa kakung ada di langit, ia ingin meminta baju polisi kep...

Refleksi hati terlihat di depan mata

Lensasemutireng _ jaman lama makin lucu aja ini setiap hari ramai bikin strategi untuk mencapai kesuksesan. Apa apaan aku ini malah duduk di teras dengan pemandangan saluran air yang berbayang bayang, e malah berimajinasi kalau itu gambar ular. Gebleg atau kreatif?  Aku sruput kopi susu di pagi hari dan menghisap sebatang rokok menikmati pagi sambil cari ide mau ngapain, padahal kerjaan joki tukang edit masih numpuk malah mlangkrak di komputer. Aku masih duduk dan mikir aku mau ngapain! Sedangkan status whatsapp kawan kawanku lagi OTW CARI CUAN katanya, tetanggaku sudah buru-buru berangkat kerja. AKU masih duduk sambil tolah toleh menyapa tetangga. Satujam berlalu bunyi panggilan tlp berbunyi oh ternyata ada orderan sewa mobil dan driver, ketimbang cari sopir aku sendiri saja yang berangkat ketimbang bingung mau ngapain. Seperti Biasanya aku Bawa ransel berisi amunisi Camera dan rokok, gas berangkat jemput tamu di terminal tirtonadi dan dua orang aku bawa menuju kota sr...

Pilihan sang Silverman

dibelakang angkringan menjelang senja aku duduk menikmati secangkir kopi. Tiba - tiba dua orang lelaki yang bernama Andri & Febri sibuk merias diri, aku dekati mereka dan mulai aku basa-basi, aku meminta ijin untuk memotretnya. Sambil aku memotret aku mengajak bicara tentang pewarna silver apa yang ia gunakan, si Andri menyambut pertanyaanku bahwasanya pewarna yg ia gunakan adalah pewarna sablon, iapun berkata, kata pak dokter ini berbahaya bisa menyebabkan kangker kulit tapi apalah daya mas, ini yang aku pilih Demi anak dan istriku dirumah. Ketimbang saya merias diri rapi tapi mencuri? Serentak kami tertawa bersama, 2 batang  rokok menjadikan obrolan kami makin santai sampai lupa mereka beraksi di pinggir jalan slametriadi solo.  Akupun bertanya apa yang kalian rasakan menggunakan pewarna ini? Si febripun menjawab kalau masih awal masih tidak terasa tapi nanti jika sudah kering dan cuaca panas disiang bolong rasanya seperti terbakar, panas.. maka sering kali s...

Wanita Pejuang Malam

Ramai jalanan ramai tempat hiburan malam Nada hape bergoyang menandakan bekerja untuk berkendara dengan Liman. Terlihat sosok wanita di sebrang jalan perumahan menggunakan daster warna orange di antara gelapnya malam, sambut senyum dan kata selamat malam menjadi prioritas dan di jawab dengan lembut lalu kami menuju tempat tujuan dengan diam tanpa kata, sampailah tujuan di hiburan malam dan si mbak mbak itu  turun dan memberikan uang lembaran biru dengan berpakaian minim kain, aku terdiam dan terkejut, sejak kapan ia ganti baju.  Tidak jauh dari lokasi nada panggilan berbunyi panggilan untuk menjemput seorang pekerja malam yang sudah muntah. Muntah tentang rayuan, Andara namanya,sekilas saya banyak bertanya tentang peradaban dunia hiburan yang bikin melayang, ia berkata " saya sudah kebal rayuan, saya seorang SPG minuman beer di situ, saya lagi ambil cuti karena lepasin job kerja, saya takut di tempat karoke. Katanya di tempat karoke tubuh rasa berserah, silahkan senggol asal b...

Terlalu memilih ikan di jalanan

Hujan hari ini betah, menjelang sore hingga malam. Banyak ikan berhamburan di jalanan tapi aku lebih memilih menemani keluarga kecil ku mengantarkan mereka tidur.  Menjelang malam peralatan pancingku aku bawa dengan gerobak harapan sementara yang menemani jalanku, ikan kecil kecil aku tolak untuk memakan umpanku karena harapanku esok pagi aku memberi hidangan ikan ukuran sedang atau besar untuk anak dan istriku. Aku menunggu hingga hujan mulai reda dan masih saja ikan kecil hingga ikan kecil ini habis termakan waktu. Waktunya pulang dengan membawa 2 ikan kecil untuk esok hari. Jika aku tidak menolak ikan kecil tadi, besuk pagi setidaknya anak istriku malam IKAN WADER GORENG yang cukup banyak. Dungunya manusia yang banyak memilih.. Rekamperadaban Dhikyaditya 11 Maret 2022

Daun Pisang

Tidak sehijau daun muda yang menyegarkan Menguning termakan waktu, melintasi realita yang silih berganti membuat pola dalam pikiran semakin menua. Sebelum mengering setidaknya berguna untuk mahluk di sekelilingnya Entah untuk menutupi kepalamu dari hujan, atau membungkus karya dan hidanganmu agar terjual lebih tinggi. Tidak ada yang kekal semua ini, semua hanya sementara termakan waktu. Walau mengering masih tetap berguna bagi kepompong untuk bermetamorfosis hingga menjadi kupu-kupu yang sempurna. Jika sudah jatu ke tanah, tetaplah berguna menjadi nutrisi untuk daun hijau yang baru. Ucap salam dari daun pisang. Dhikyaditya 10 Maret 2022 Rekam peradaban

Engkau pergi tanpa pamit.

Lensasemutireng.blogspot.com _ dihari sebelumnya engkau itu menasehatiku tentang berketuhanan, bahwa Tuhan itu tidak seribet yang engkau pikirkan,  " Le Kabeh manusia wis diukur kemampuan e, dadi wong sabar sak jembare Samudro, dilakoni Kanti ikhlas, Kabeh wis Ono ketentuan Karo wayah e. Luangno wektumu ziarah Nang panggonane leluhurmu " Kata itu begitu menggema di telingaku hari ini. Tiga hari terakir ini engkau membisu denganku, tanpa kata dan nasehat yang seperti biasanya engkau tuturkan kepadaku.  Di hari pertama aku duduk sendirian menemanimu tertidur lelap di sepanjang malam. Di hari ke dua kita bertemu di siang hingga sore hari, sepatah kata' darimana le? Sambil rokok an di singgasananya di temani dengan segelas teh tawar hangat. Lalu engkau duduk diam seribu bahasa, dan akupun meminta sebatang rokok sambil aku kerjakan karya di ruang sebelah kamarmu. Waktu aku mau pulang engkau lagi pijat, yang aku kira emang lagi pijat capek. Di hari ke tiga, engkau p...

Penonton Panggung

Melihat adegan panggung hari ini begitu seru dan lucu, banyak hal yang menjadi pesan dan peran tuhan dalam segalaha hal yang di kehendaki, walau sebagian manusia sudah menghalangi tapi jika harus terjadi memanglah harus terjadi. Tuhan berbahasa dengan apa yang ada di depan manusia.  Dimulai dari persiapan semua berasa ada dikala waktu hampir habis, janji suci yang terucapkan tanpa tanda dan bukti, hanya sebuah ucapan yang menggema di alam semesta dan terukir di dalam hati yang mengucap, nuansa gerah, panas dan redup, ruangan itu di terangi oleh 3 lampu hape untuk menerangi janji suci itu, seakan alam juga memberi nasehat tentang perjalanan ke depan  tapi masih ada tekat dan niat dari hati untuk berjuang walau hanya sebercak cahaya yang ada itu menjadi simbul tentang harapan, selalu ada harapan karena Tuhan maha pengasih dan penyayang. ketika syukuran di adakan dengan keluarga suara musik dangdut menggema di perkampungan sambil foto keluarga dan berjoget...

Rutinitas 22

Rutinitas bagai roda yang berputar tiada henti ketika manusia selalu mengayuh dan Bergerak dalam mencapai kehidupan. Menikmati wedang tape disuguhkan istriku begitu mesra, aroma masakan sederhana menjadi penyemangat pagi. tidak biasanya pagiku sudah rapi dan wangi, semangat menunggu umpan yang akan di santap ikan ikan di jalanan, menunggu hampir 3 jam duduk santai beryoutube ria mencari secuil inspirasi untuk kontenku disisi lain menemani istriku yang lagi sibu di dapur membuat karya gaun yang mempesona. Menjelang siang hape bergoyang tanda umpan sudah di santap ikan di jalanan, penuh semangat demi orang terkasih melaju dengan gerobak gajah keliling kota raya ini. Siang kosong tanpa getaran dan nada panggilan, sentak aku duduk santai mencari inspirasi hingga di sambut hujan menjelang sore hari. Senyum ku membawa berkah bagiku, tapi aku dengar suara keluh dari pedagang di tepi jalan karena mereka kawatir dagangan nganggur di dalam keranjang tanpa sentuhan dari penikmat jajan...

Kami Sedarah

Hari libur yang sepi Tidak tau arah mau kemana terdiam dan terjebak dengan belenggu angan-angan, tapi kesadranku mutlak hidup untuk berjuang. Sisa uang di dompetku tinggal selembar aku ajak ibu dan adikku berkunjung ketempat bapakku bersemayam kembali kepada Tuhan, rasa rindu kami hampir setahun sudah tanpa bapak. Kita berjuang di jalan yang ia ajarkan kepada kami, dan kami tinggalkan singgasana dan tahta yang hanya menjadi rebutan, kita memang sudah putuskan untuk pergi jauh dari keramaian dan kita berjuang untuk kelangsungan hidup. memang beginilah jalan yang sudah di tentukan 2 laki laki dewasa dan remaja menjadi pilar pelindung ibu di usianya yang semakin menua.  Karena kami yakin apa yg sudah di tentukan tidak akan pernah tertukar dan terlupakan. 6 Maret 2022 Dhikyaditya

Angin Malam Tidak Akan Menikam

menjelang akhir pekan di waktu malam rasanya ramai, jalanan sepi tapi tepian jalan ramai para penikmat malam lagi nongkrong sambil mencurahkan isi hati. Pasukan hijau dan pengemudi onlyne siap siaga menunggu nada bunyi hpnya dengan harapan satu orderan penumpang dan berangsur hingga pagi, karena esok hari keluarga butuh menanak nasi  Angin malam pun bukan jadi halangan tapi jadi teman menikmati malam, mereka yakin angin malam tidak akan menikam. 5 Maret 2022 Dhiky aditya

Menolak Tua Di akhir Pekan

Malam Minggu menjadi hari dimana para pejuang rutinitas mengekspresikan kejenuhannya. Tiada batasan umur untuk tidak menikmati akhir pekan yang begitu dinantikan, ramai tongkrongan wedangan, cafe, moll hingga karoke menjadi tujuan utama para penikmat akhir pekan. Menikmati akhir pekan dengan keluarga, dengan pacar bahkan selingkuhan menjadi pemandangan malam yang bercerita. Di dalam gerobak sang kusir yang sedang bekerja membawa dua wanita setengah tua yang dandan cantik layaknya artis ibukota, berbincang mesra layaknya anak muda yang lagi kasmaran, membahas hal yang tidak penting menjadi sangat penting, seperti membahas punya  jakun besar atau kecil, membahas pintu tol bahkan meminta izin untuk minum anggur merah di malam Minggu yang katanya menyehatkan badan.  Kusirpun berpendapat dalam hati, begitulah gelombang cinta yang mampu mengubah membuat manusia terlena hingga lupa dengan dirinya. Karena rasa cinta begitu menggetarkan hati hingga seakan hidup ini tiada arti tanpamu. ...

Fotografi bagian dari jalan spiritual

Fotografi adalah Ekspresi jiwa dalam mencipta sebuah karya, merangkai bias bias cahaya kehidupan dalam satu bingkai karya, lalu bercerita dalam visual tanpa suara tapi kita dapat merasakan. itu adalah ungkapan saya tentang fotografi, halo saya Dhiky Aditya, saya fotografer dari SOLO memulai fotografi sejak tahun 2010 yang aktif dalam dunia komersial fotografi wedding dan product, tetapi disisi lain saya juga seorang pemburu hadiah dalam sebuah kontes foto, dan suka berpameran tentang fotografi. karya foto eksis dalam lomba foto sejak tahun 2012 hingga sekarang. Aktif dalam pembuatan  buku foto indie. Sedikit cerita dari saya tentang fotografi, fotografi itu bagi saya adalah jalan dan takdir, bakat yang diberikan tuhan secara alami kepada saya, dalam berkompetisi saya tidak membayangkan tentang pola kemenangan dalam sebuah kompetisi, tapi saya sangat sadar ini adalah jalan yang harus saya lewati, seperti garis yang sudah di tentukan.  fotografi menjadi jembatan saya dalam ber e...

Angkringan

Ramai ramai dan berdekatan Dialog dengan yang jauh  Yang dekatpun sama saja Tiada dagelan di angkringan Adanya keseruan perang dunia Maya. Terlihat seorang pemuda lagi duduk dengan segelas teh Mondo di depannya.  Sepertinya ia menikmati ramainya malam ini walau ia sepi meratapi nasibnya. Suara raja jalanan melengking di telinga Menyerukan kehabagian dan kebanggan Diri atas melepas lelah rutinitas. Mancing mania lagi berkumpul juga, bercerita tentang selokan limbah yang penuh dengan ikan gabus yang bersembunyi di balik bebatuan, bermodal kayu dan senar dengan bangga menunjukan hasil jerihpayahnya. Angkringan jadi wadah para rakyat menikmati malam, dengan bercerita tentang kebanggaan jalan hidupnya, tapi tidak lepas juga saling mencemooh dan saling membidohkan. Malam ini angkringan sangat terang dengan bias cahaya manusia bahagia, tapi ada juga yang meredup walau sesaat, angkringan jadi tempat melepat lelah tentang dunia rutinitas bagai robot di peras habis bahan bak...

wayang mau di musnahkan!

Awal tahun 2022 di bulan februari lagi ramai tentang wayang yang katanya dimusnahkan saja karena wayang tidak ada dalam ajaran Islam.  Seketika para budayawan dan para rakyat Indonesia memulai geram dan marah. Aku lihat banyak cuitan di sosial media berterbangan mengatakan dengan lantang dan tegas, " jangan berani-beraninya menyingkirkan budaya kami" disisi lain para budayawan  wayang memberikan perlawanan dengan munculnya mereka di media secara serentak. Para pemuda latah mulai menggila dengan ilmu seadanya membuat perlawanan. Dan pada dalang muda dengan sombong mengatakan " Kita tidak butuh pembelaan kalian, karena kami yang akan menjaganya"  Aku ini belajar mendengar dan melihat tentang realita adalah guru pembimbing di keramaian, tapi aku senang karena alam bawah sadar mereka mulai bangkit tentang budaya tentang jatidiri dan aku berterimakasih kepada ulama itu telah membangkitkan kami dari tidur panjang.

Aksi di keramaian - Sunan Jogo Kali

 lensaemutireng.blogspot.com _ Hari yang makin lucu, virus merajalela karena mereka yang berkepentingan, aturan makin di langgar seperti cuma formalitas, terkadang seperti ambigu yang bergentayangan di setiap personal.  penutup mulut makin sedikit, lebih tepatnya penutup janggut, pihak pihak baperan berteriak lantang, pihak asongan yang penting makan, karena tidak bisa makan lebih seram ketimbang virus, karena kalian cuma lantang dalam terikan tidak jelas arahnya,. kemarin saya datang di wisata baru di kota solo, kearifan lokal yang mampu membuat daya tarik baru di tepi sungai bengawan, hiasan lampion menyambut imlek, emang solo gak ada matinya kalau soal ide dan gagasan. penikmat wisata kecil-kecilan berbondong-bondong eksis di keramaian dan akupun juga. pemain barongsai lincah beratraksi para pemburu hadiah sudah standby dmembidik gambar dan aksi, perburuan eksistensi tidak lupa share video dan foto bersama barongsai, rasaya rindu tentang kebebasan. sudahlah aku nikmati ceri...

KING FISHER ADALAH CANDU WILDLIFE PHOTOGRAPHY

lensasemutireng.blogspot.com _ alam liar dan para habitatnya menjadi ruang baruku dalam berkarya selama 4 Minggu terakir ini.  Memulai karena ada sebuah alat untuk berkarya di alam liar, Canon Indonesia memberikan saya sebuah kesempatan mencoba lensa RF 800mm f11. Selama ini aku tidak pernah memiliki sebuah lensa tele, apalagi dengan panjang 800 mm bagiku itu adalah sebuah mimpi dan angan-angan karena pada waktu itu lensa itu begitu mahal. Jadi apalah dayaku, aku cukup mensyukuri apa yg ada dan apa yang aku miliki. Walau dengan lensa kit aku pernah memenangkan lomba foto tingkat nasional dan internasional. Semua yang prenah aku capai itu hanya bagian dari ridho dan izin Allah. Awal bulan Juli aku menerima kiriman paket lensa 800mm dari Canon Indonesia, seorang dhiky Aditya buta dalam dunia alam liar, aku mulai dari hal yang paling mudah dan sederhana, seperti selayaknya aku mulai belajar berjalan. Aku mulai memotret burung kuntul yang sangat mudah di temukan habitatnya,...

Realita jalanan ( REKAM PERADABAN )

  Realita di jalanan seringkali membisu tapi merangkai kata. terdiam disudut pasar kota yang sepi tiada pembeli kios-kios tertutup rapat karena mereka takut, entah takut apa? Tuhan seakan sisipkan pesan, KALIAN LUPA KEBERADAANKU. apa kalian masih sadar tentang keberadaannya? sehingga kita itu benar-benar di tahun 2021 menghisap ASAP Hitam. Dipakasa Tersenyum, tapi di bungkam, di paksa patuh tapi disiksa batinnya. Diluar rumah seakan tempat paling mengerikan, yang harusnya mata kita melihat keindahan  tentang ciptaanya yang mengagumkan. Mata dan keyakinan kita di sesatkan dengan ketakutan hingga kita tidak bisa membedakan dimana surga dan neraka. Bagai pengembala gemblung yang menyuruh dombanya antri masuk jurang satu persatu memang kita itu berjalan di tempat gelap tanpa cahaya, kami cuma bisa berjalan pelan dan lurus menuju cahaya. adakah rasa iba, adakah rasa yang seperti membelah didada melihat realita ini atas kebijakanmu? Bangsa kita butuh kacamata Iman untuk menghadapi r...

Berlian Biru

Lensasemutireng.blogspot.com _ Berlian biru. Kisah seorang lurah gendeng yang selalu ingin serba tau ketika ia terpilih dan di tugaskan di sebuah desa yang terletak di tepian kota. Yang mendengarkan kata si Bayan bahwa di desanya itu terdapat harta yang disembunyikan oleh leluhur. lalu kabar itu membuat lurah gendeng tersebut menjalankan laku puasa mutih  selama satu Minggu cuma untuk rasa penasarannya.  Setelah selesai melakukan puasa lurah itu seperti bermimpi berjalan di atas karpet merah dengan suasana berkabut dan melihat sebuah tanda dan bebatuan terlihat perhiasan yang tergeletak dan di jaga ular besar yang bersemayam di tengah-tengahnya. Terlihat berkilauan emas dan permata lalu lurah gendeng itu masih tidak percaya atas peristiwa yang ia alami. Dalam kesadarannya ia berkata " ya para leluhur, kalau apa yang aku lihat ini adalah kenyataan dan kepastian bukan mimpi, maka saya akan pinjam 2 cincin ini sebagai penanda bahwa aku datang di tempatmu, karena aku i...